Berita

Fintech syariah telah lampui target penyaluran dana 2018

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keungan (OJK) telah melampaui target penyaluran pinjaman tahun 2018. Dua fintech syariah yang terdaftar di OJK, yaitu Dana Syariah dan Ammana telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 70 miliar dan Rp 7 miliar.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Ronald Yusuf Wijaya memperkirakan, penyaluran pinjaman fintech syariah akan mencapai Rp 60 miliar sampai akhir tahun. Bahkan, prediksi Ronald ini juga turut memasukkan empat fintech syariah yang tengah dalam proses pencatatan di OJK.

“Kami memperkirakan jumlah pinjaman akan akan sampai Rp 50 miliar–Rp 60 miliar karena masyarakat makin penasaran dengan pembiayaan syariah,” kata Ronald kepada Kontan.co.id, Kamis (2/8).

Read more ...

BPR Syariah Fokus Melayani UKM, Usaha Mikro dan Kecil dengan Prinsip Ekonomi Islam

BPR Syariah merupakan salah satu jenis bank yang diizinkan beroperasi dengan sistem syariah di Indonesia. Aturan hukum mengenai BPR Syariah mengacu kepada Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 dan Peraturan Bank Indonesia (PBI).
Sesuai sistem perbankan nasional, BPR Syariah adalah bank yang didirikan untuk melayani Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Sektor UMK ini yang menjadikan BPR Syariah berbeda pangsa pasarnya dengan Bank Umum / Bank Umum Syariah. Dalam sistem perbankan syariah, BPR Syariah merupakan salah satu bentuk BPR yang pengelolaannya harus berdasarkan prinsip syariah.

Read more ...

Agar tak Kalah Saing, BUMN Bersatu Bikin Usaha Fintech

 

Jakarta, CNBC Indonesia - Persaingan antara industri perbankan dan perusahaan financial technology (fintech) kian ketat. Kini, hampir seluruh layanan perbankan bisa diakses melalui fintech yang lebih mudah dari segi prosedur.

Sejumlah bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut masuk ke bisnis ini guna menjaring pangsa pasar yang diambil berbagai perusahaan fintech.

Bank yang terhimpun dalam bank himpunan bank milik negara (Himbara), yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), pun mulai masuk fintech atas desakan Menteri BUMN Rini Soemarno. Fintech tersebut diberi nama LinkAja.

Read more ...

BI Tegaskan Dana Talangan Haji Halal

Penggunaan dana talangan haji dari perbankan, dimana calon jamaah haji memeroleh pinjaman dari bank, adalah halal. Jumlahnya pun sudah mencapai Rp7,02 triliun per September 2012. Paulus Yoga


Jakarta–Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa penggunaan dana talangan haji dari perbankan diperbolehkan, dengan catatan sebelum berangkat calon jamaah haji sudah melunasi pinjamannya.
“Dana talangan haji pertama fatwanya membolehkan, dan itu harus lunas sebelum berangkat. Manajemen risiko dari bank tidak ada masalah,” tukas Direktur Grup Perbankan Syariah BI Bambang Kiswono, kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 29 Januari 2013.
Khusus aturan main, lanjutnya, itu tergantung dari masing-masing bank untuk penerapan manajemen risiko. Jadi bagaimana bank melihat kemampuan dari nasabah yang hendak menggunakan dana talangan haji.
“Jadi gini, itu tentunya kita akan bahas bersama dengan Kementerian Agama, dengan Dewan Syariah Nasional, dan BI. Tapi yang jelas sumber talangan tidak hanya dari bank syariah,” tuturnya.

Read more ...