Penggunaan dana talangan haji dari perbankan, dimana calon jamaah haji memeroleh pinjaman dari bank, adalah halal. Jumlahnya pun sudah mencapai Rp7,02 triliun per September 2012. Paulus Yoga


Jakarta–Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa penggunaan dana talangan haji dari perbankan diperbolehkan, dengan catatan sebelum berangkat calon jamaah haji sudah melunasi pinjamannya.
“Dana talangan haji pertama fatwanya membolehkan, dan itu harus lunas sebelum berangkat. Manajemen risiko dari bank tidak ada masalah,” tukas Direktur Grup Perbankan Syariah BI Bambang Kiswono, kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 29 Januari 2013.
Khusus aturan main, lanjutnya, itu tergantung dari masing-masing bank untuk penerapan manajemen risiko. Jadi bagaimana bank melihat kemampuan dari nasabah yang hendak menggunakan dana talangan haji.
“Jadi gini, itu tentunya kita akan bahas bersama dengan Kementerian Agama, dengan Dewan Syariah Nasional, dan BI. Tapi yang jelas sumber talangan tidak hanya dari bank syariah,” tuturnya.

 


Menurutnya, khusus perbankan syariah sendiri nilai dana talangan haji mencapai Rp7,02 triliun per September 2012, jauh lebih besar dari dana Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) yang ditempatkan di perbankan syariah sebesar Rp4,10 triliun.
Jumlah penempatan dana BPIH di perbankan syariah sendiri sempat memuncak pada Februari 2012, mencapai Rp8,27 triliun. Namun, seiring dengan kebijakan pemerintah melalui Kementerian Negara untuk mengalihkan ke Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk, maka perlahan jumlah dana haji di perbankan syariah mulai menurun.


Pemerintah sendiri menunjuk 17 bank konvensional, enam bank umum syariah dan empat unit usaha syariah dalam alokasi penempatan dana BPIH di deposito perbankan. Menurut Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, disebutkan dalam pengelolaan dana haji hanya bisa ditempatkan pada deposito perbankan dan atau pada sukuk.
“Yang tadi turun drastis yang disimpan di bank syariah. Dana talangan itu kan untuk membiayai kekurangan ongkos haji, terus ternyata ditarik (dana haji). Makanya dana talangan lebih tinggi daripada uang yang disimpan di bank syariah,” tutup Bambang. (*