Artikel

Erosi Hati dan Korupsi Akhlak

Secara fitrah hati itu bersifat lembut (latifah), mudah tersentuh, dan sangat peka terhadap berbagai perubahan psikologis yang terjadi. Setiap hati sejatinya membimbing kita untuk "pulang" ke sumber kedamaian, mewartakan kerinduan pada kebenaran yang hakiki. Kompas di hati setiap manusia adalah kompas hanif yang cenderung untuk selalu menunjukkan jalan yang benar. Kompas yang ditujukan untuk "menyelamatkan" Nabi Ibrahim dan keturunannya agar memiliki visi dan orientasi yang jelas dalam hidup.

Bencana sesungguhnya yang terjadi saat ini adalah tergerusnya sifat hanif dari hati manusia. Kondisi ini kita sebut "erosi hati", dimana nilai-nilainya tersapu kuatnya arus hawa nafsu. Banyak kasus menunjukkan bahwa erosi hati ini berakibat pada meningkatnya intensitas "kemunafikan". Di satu sisi paham dan berusaha menjalankan apa yang diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, namun di sisi lain mempraktikkan pula hal-hal yang dilarang-Nya.

Read more ...

Beberapa Jual Beli Yang Sah, Tapi Dilarang

Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menjadikan manusia masing-masing saling membutuhkan satu sama lain, supaya mereka tolong menolong, tukar menukar keperluan dalam segala urusan kepentingan hidup masing-masing, baik dengan jalan jual beli, baik dalam urusan kepentingan sendiri maupun untuk kemaslahatan umum. Dengan cara demikian kehidupan masyarakat menjadi teratur dan subur, pertalian yang satu dengan yang lain pun menjadi teguh. Akan tetapi, sifat loba dan tamak tetap ada pada manusia, suka mementingkan diri sendiri supaya hak masing-masing jangan sampai tersia-sia, dan juga menjaga kemaslahatan umum agar pertukaran dapat berjalan dengan lancar dan teratur. Oleh sebab itu, agama memberi peraturan yang sebaik-baiknya sehingga perbantahan dan dendam mendendam tidak akan terjadi.

Read more ...

Berbisnis Sesuai Syariah, Inilah Caranya yang Pas

Islam memang bukan hanya mengatur urusan ibadah saja, tapi juga urusan muamalah, termasuk salah satunya adalah mengenai bisnis. Namun, ini bukan berarti ajaran Islam membatasi atau mengekang, tapi justru memberikan arahan yang baik dalam berbisnis.

Maka, berbisnis sesuai syariah pun harus dipahami 'aturan main' yang tepat. Menurut Ahmad Gozali, seorang perencana keuangan, ajaran muamalah Islam tidak memberikan aturan yang detail dan kaku dalam bisnis, melainkan diberikan prinsip-prinsip dasarnya saja. Hal ini tentunya sejalan dengan sifat bisnis yang sangat dinamis. Beda tempat, beda waktu, beda jenis usaha, bisa sangat berbeda strategi bisnisnya.

Khusus mengenai aturan penggajian dan bagi hasil, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan diterapkan dalam bisnis. Gozali menyebutkan, kita diberikan kebebasan untuk menggunakan sistem gaji atau bagi hasil dengan karyawan kita sendiri dalam usaha, disesuaikan dengan strategi bisnis yang diterapkan.

Yang penting, sesuai dengan syariah, jika kita memberikan gaji, maka usahakan agar jangan sampai terlambat dan jangan pelit untuk memberikan bonus. Karena Rasulullah SAW sendiri mengajarkan kita untuk membayar upah sebelum keringatnya kering, dan sebaik-baik pembayar utang adalah yang bisa memberikan lebih tanpa dijanjikan.

Read more ...

Bahaya Harta Haram

Dari Jabir bin Abdillah RA, ia berkata, “Telah diriwayatkan kepada kami bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Wahai Kaab bin Ujroh, aku mohonkan perlindungan untukmu kepada Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh.’

Kaab bertanya, ‘Apakah itu, wa hai Rasulullah?’

Beliau menjawab, ‘Setelahku akan ada para penguasa di mana siapa yang ikut mereka dan membenarkan ucapannya serta mendukung kezalimannya maka mereka bukanlah golonganku dan aku tidak termasuk golongannya dan mereka tidak akan masuk dalam telagaku’.”

“Dan barang siapa yang tidak mau ikut mereka, tidak membenarkan ucapannya dan tidak mendukung kezalimannya, maka mereka termasuk golonganku dan aku termasuk golongannya serta mereka akan masuk dalam telagaku.”

Read more ...