YOGYAKARTA – Dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini, perbankan syariah terus mengalami pertumbuhan, terutama Bank Permbiayaan Rakyat Syariah (BPRS).
Ketua DPP Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Syahril T Alam mengatakan di seluruh Indonesia kini sudah ada 158 BPRS. Dengan jumlah tersebut, industri BPRS dapat menampung ribuan tenaga kerja di sektor perbankan mikro ini.
“Setidaknya terdapat 4.582 tenaga kerja tersebar di seluruh Indonesia yang dapat ditampung oleh industri BPRS ini. Adapun pertumbuhan aset, berdasarkan data dari Bank Indonesia, hingga Februari 2013 asetnya telah mencapai Rp4,8 triliun,” papar Syahril saat membuka acara Seminar Nasional dan Silahturrahim Direksi BPR Syariah se Indonesia, Kamis (18/4).

Pencapaian tersebut juga meliputi pembiayaan yang telah mencapai Rp3,7 triliun dengan dana masyarakat (DPK) yang dapat dihimpun mencapai Rp3,1 triliun. Syahril juga menandaskan pertumbuhan laba per Februari lalu dari seluruh BPRS yang ada mencapai Rp20,7 miliar.

“Industri ini memiliki kekuatan sistem perbankan yang kokoh. Sistem yang dianut lebih mengedepankan aspek keadilan dan etika, serta dapat menghubungkan sektor finansial dan sektor rill menjadi lebih dekat,” imbuh Syahril.
Syahril menandaskan kekuatan tersebut hanya dimiliki oleh industri ini. Untuk itu optimalisasi yang dapat dilakukan oleh industri BPRS sebaiknya dapat lebih mengembangkan potensi variasi produk. Selain itu, kualitas SDM serta permodalan harus lebih diperkuat.

Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY Heru Prasetio mengatakan masyarakat Indonesia lebih banyak yang dilayani oleh perbankan syariah. Pihaknya juga menambahkan kinerja industri perbankan syariah dalam empat tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Rata-rata pertumbuhan mencapai 31%. Bahkan ditinjau dari pertumbuhan periode 2011 sampai 2012 kurang lebih tumbuh 37%. Kebijakan perbankan syariah ini juga lebih mengarah ke sektor ekonomi produktif,” imbuh Heru.
Pertumbuhan aset BPRS DIY 2012 mencapai 20% dengan total aset per Februari 2013 sebesar Rp241,8 miliar. Dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan mencapai 52%, dan didominasi oleh dana deposito yang mencapai Rp134,1 miliar.
“DPK industri BPRS di DIY per Februari kemarin mencapai Rp189,4 miliar. Pertumbuhan jumlah rekening tercatat juga mengalami peningkatan mencapai 13,79 persen dengan jumlah mencapai 25.297 rekening,” tandas Heru. (JIBI/Solopos/Holy Kartika N.S/dba)

 KINERJA PERBANKAN: Aset BPR Syariah Capai Rp4,8 triliun