Artikel

Hukum Membayar Zakat Fitrah Dengan Uang

Zakat Fitrah diwajibkan atas nama diri kita dan atas nama mereka yang di bawah tanggung jawab kita, termasuk atas nama anak kita yang masih kecil sebagai penyempurna atau penutup amaliyah Ramadhan. Zakat fitrah biasanya dibayar dengan menggunakan beras. Tapi ada juga yang membayar zakat fitrah dengan menggunakan uang. Lalu apa hukum membayar zakat fitrah dengan menggunakan uang?

Read more ...

Hukum Berqurban Secara Kolektif

Bulan Syawal telah berlalu, sebentar lagi kita akan memasuki Bulan Dzulhijah. Meskipun masih satu bulan lagi, tidak ada salahnya jika kita mempersiapkan diri untuk menyambut Hari raya Idul Adha mulai sekarang. Hari Raya Idul Adha identik dengan berqurban. Berqurban adalah suatu ibadah yang mulia dan bentuk pendekatan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka wajar saja, banyak orang yang ingin melaksanakan ibadah qurban. Tapi, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana hukumnya, ketika ada beberapa orang yang karena keterbatasan dana, tidak bisa membeli secara sendiri-sendiri kambing untuk qurban, kemudian membeli kambing itu secara kolektif dan diniatkan atas nama bersama-sama. Mari kita simak uraian berikut ini.

 

Read more ...

Erosi Hati dan Korupsi Akhlak

Secara fitrah hati itu bersifat lembut (latifah), mudah tersentuh, dan sangat peka terhadap berbagai perubahan psikologis yang terjadi. Setiap hati sejatinya membimbing kita untuk "pulang" ke sumber kedamaian, mewartakan kerinduan pada kebenaran yang hakiki. Kompas di hati setiap manusia adalah kompas hanif yang cenderung untuk selalu menunjukkan jalan yang benar. Kompas yang ditujukan untuk "menyelamatkan" Nabi Ibrahim dan keturunannya agar memiliki visi dan orientasi yang jelas dalam hidup.

Bencana sesungguhnya yang terjadi saat ini adalah tergerusnya sifat hanif dari hati manusia. Kondisi ini kita sebut "erosi hati", dimana nilai-nilainya tersapu kuatnya arus hawa nafsu. Banyak kasus menunjukkan bahwa erosi hati ini berakibat pada meningkatnya intensitas "kemunafikan". Di satu sisi paham dan berusaha menjalankan apa yang diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, namun di sisi lain mempraktikkan pula hal-hal yang dilarang-Nya.

Read more ...

Evolusi Pasar Menurut Ghazali

Bayangkan jika aktivitas perdagangan hanya mengandalkan pola barter atau kehidupan ekonomi terlalu banyak diatur penguasa. Kemungkinan tidak berkembang dan terjadinya berbagai distorsi harga tentu sangat besar. Karena itulah pemikiran tentang perlunya aktivitas perdagangan yang ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran jauh sebelum munculnya pemikiran ekonomi modern telah diungkapkan oleh pemikir Islam.

Salah satunya adalah pandangan Abu Hamid al Ghazali (1058-1111). Mungkin cukup mengejutkan jika dia menyajikan penjabaran yang rinci akan peranan aktivitas perdagangan dan timbulnya pasar yang harganya bergerak sesuai kekuatan permintaan dan penawaran. Maklum, ia dikenal sebagai ahli tasawuf. Bagi Ghazali, pasar merupakan bagian dari "keteraturan alami". Secara rinci dia juga menerangkan bagaimana evolusi terciptanya pasar.

Simak saja ucapannya. "Dapat saja petani hidup di mana alat-alat pertanian tidak tersedia. Sebaliknya pandai besi dan tukang kaui hidup dimana lahan pertanian tidak ada. Namun secara alami mereka akan saling memenuhi kebutuhan masing-masing. Dapat pula terjadi tukang kayu membutuhkan makanan, tetapi petani tidak membutuhkan alat-alat tersebut atau sebaliknya. Keadaan ini menimbulkan masalah. Oleh karena itu, secara alami pula orang akan terdorong untuk menyediakan tempat penyimpanan alat-alat di satu pihak dan tempat penympanan hasil pertanian di pihak lain.

Read more ...

Berbisnis Sesuai Syariah, Inilah Caranya yang Pas

Islam memang bukan hanya mengatur urusan ibadah saja, tapi juga urusan muamalah, termasuk salah satunya adalah mengenai bisnis. Namun, ini bukan berarti ajaran Islam membatasi atau mengekang, tapi justru memberikan arahan yang baik dalam berbisnis.

Maka, berbisnis sesuai syariah pun harus dipahami 'aturan main' yang tepat. Menurut Ahmad Gozali, seorang perencana keuangan, ajaran muamalah Islam tidak memberikan aturan yang detail dan kaku dalam bisnis, melainkan diberikan prinsip-prinsip dasarnya saja. Hal ini tentunya sejalan dengan sifat bisnis yang sangat dinamis. Beda tempat, beda waktu, beda jenis usaha, bisa sangat berbeda strategi bisnisnya.

Khusus mengenai aturan penggajian dan bagi hasil, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan diterapkan dalam bisnis. Gozali menyebutkan, kita diberikan kebebasan untuk menggunakan sistem gaji atau bagi hasil dengan karyawan kita sendiri dalam usaha, disesuaikan dengan strategi bisnis yang diterapkan.

Yang penting, sesuai dengan syariah, jika kita memberikan gaji, maka usahakan agar jangan sampai terlambat dan jangan pelit untuk memberikan bonus. Karena Rasulullah SAW sendiri mengajarkan kita untuk membayar upah sebelum keringatnya kering, dan sebaik-baik pembayar utang adalah yang bisa memberikan lebih tanpa dijanjikan.

Read more ...